Prodi Zakat dan Wakaf aktif menjalin kerjasama dengan Lembaga Zakat, khususnya untuk mendukung program magang. Salah Magang adalah di BAZNAS yait membuka Counter Zakat dan Turut mensukseskan penghimpunan zakat di Istana Negara.
Mahasiswa tingkat akhir diwajibkan untuk melakukan magang di suatu perusahaan terdahulu sebelum mendapatkan gelarnya. Bagi mahasiswa tingkat akhir, pasti kalian sangat akrab dengan kata magang. Ya, magang memang merupakan salah satu syarat wajib untuk mendapatkan gelar sarjana. Tuntutan dunia kerja yang semakin tinggi mengakibatkan proses magang menjadi sangat penting untuk ke depannya.

Masalah magang telah diatur dalam Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan khususnya pasal 21 – 30. Dan lebih spesifiknya diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no. Per.22/Men/IX/2009 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri.

Dalam Peraturan Menteri tersebut, Pemagangan diartikan sebagai bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara langsung di bawah bimbingan dan pengawasan instruktur atau pekerja yang lebih berpengalaman dalam proses produksi barang dan/atau jasa di perusahaan, dalam rangka menguasai keterampilan atau keahlian tertentu.

Lembaga Zakat sangat relevan untuk dijadikan tempat magang bagi mahasiswa Zakat Wakaf. Berikut ini adalah magang yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Zakat Wakaf di BAZNAS.

Foto Bersama Counter Zakat BAZNAS

Magang Budi BAZNAS

 

Foto Bersama Panitia Penghimpunan13590279_1273769799330225_8413142477234856675_n

Membantu Pejabat Negara Dalam Membayar Zakat

13439232_1273769852663553_7753063575931777123_n

 

Tags: ,